Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Duka Tanpa Aba-aba

Gambar
Kita menjerit-jerit seperti burung pipit yang terhimpit Duka yang tak pernah diduga datang dari segerombolan orang Yang pernah bertandang ke kandangnya dengan niat baik  Tanpa dicurigai apa-apa Hingga fajar tiba dan semua menjadi porak-poranda Wanita tua itu menggigil tandus di ujung nestapa Ia menyalahkan semesta yang tak pernah menyediakan tempat bahagianya tinggal selain kutukan Suara nyalangnya terendam lautan merah darah yang Setiap pagi selalu terisi penuh bau anyir Tenggorokannya kerontang mengelupas satu-persatu Meninggalkan tragedi yang tak pernah berhenti “Bukankah kita sudah merdeka ?” Rasanya masih hampa dan hambar Ketakutan masih bergerombol dan berkeliaran di mana-mana Cikarang, 2020 ****** Dilarang plagiat. Puisi ini telah dibukukan dan menjadi juara harapan 2 dalam lomba yang telah dilaksanakan oleh Poethry Publisher.

Tak Pernah Menjadi apa-apa

Gambar
                                                                                               https://id.pinterest.com/pin/791366965761519049/ Kita pernah sama-sama buta dalam menafsirkan berbagai hal termasuk perasaan yang awalnya sama-sama tak kita yakini. Kita tak pernah merencanakan apa-apa. Tak pernah ingin melangsungkan hal yang lebih dari sebuah ikatan perteman. Kau pun hanya menganggap aku seperti adik  kecilmu yang sangat menggemaskan.  Aku tidak pernah berpikir, jika pada akhirnya kamu masuk dalam daftar orang yang aku sukai. Meski di antara kita pada akhirnya tak pernah berakhir apa-apa.  Secara tidak langsung mungkin aku pernah mengatakan aku menyukaimu. Tapi, aku tidak tahu apak...