Postingan

Melarungkan Duka untuk Menyambut Bahagia

Gambar
Diacara wisuda serba virtual tahun ini, yang kebetulan tahun aku baru lulus. Semua serba biasa aja. Cuman pas pake jubah, dan pake toga terus ngaca, kaya speechless. Antara gemes, bangga ke diri sendiri, sama terharu. Bisa juga ya sampe ditahap ini. Bisa juga yaa nyelesein sampe akhir. Nggak lebay yah. Karena perjuangan kuliah selama 4thn menempuh 8 semester dan lebih dari 140sks itu ga gampang. Apalagi kalo kuliah sambil kerja. Double-double capenya sama isi dompetnya 😅 Perjuangan emang belum berakhir sampai sini ya. Ini baru satu tahap yang harus dilalui untuk menuju tahap selanjutnya. Tapi, boleh dong bangga dikit? Boleh, boleh. Asal jangan lupa down to earth aja yaa. Kita memang yang memperjuangkan untuk sampai di sini. Tapi, kita ga pernah tahu, doa yang mana dan dari siapa yang sudah Allah dengar hingga kita bisa dititik ini. Untuk orang-orang yang selalu kasih support selama masa kuliah. Buat ortu apalagi. Makasih banyak. Tanpa kalian aku ga akan bisa dititik ini. Y...

Masih dengan Keyakinan yang Sama

Gambar
  https://id.pinterest.com/pin/674132637968913282/ Aku memandang langit kemerahan yang hangat setiap menjelang malam. Menanti percakapan yang tak sempat kau katakan sampai sekarang. Aku akan segera kembali, ucapmu. Ada beberapa hal yang harus kamu selesaikan sebelum menetap selamanya denganku, tatapmu memohon agar aku lepas pergi. Awalnya aku menolak, kita sudah membuat jarak menjadi pemisah temu untuk waktu yang panjang, aku tidak ingin mengulanginya lagi.  Tapi, sekali lagi kamu meyakinkan bahwa ini merupakan kepergianmu yang terakhir. Di bawah langit yang sama, serta tempat yang sama. Aku masih memegang keteguhan itu.  Meskipun, itu artinya aku harus berada dalam pusaran kesedihan selamanya.  ****  Diberitakan bahwa, telah ditemukan sesosok jasad dengan kasih sayang yang tak pernah habis terkikis di sebuah muara tak bernama.  Ia meletakan nama seorang perempuan di hati dan denyut nadinya.  Tubuhnya dipenuhi dengan warna merah muda seperti lambang ci...

Tak Ada yang Mudah Tentang Perpisahan

Gambar
https://id.pinterest.com/pin/718676053035135164/ Kamu tidak akan pernah tahu kapan seseorang yang selalu kamu lihat setiap hari, berada di dekatmu untuk waktu yang tidak sebentar akan tetap ada. Kamu tidak bisa memprediksi sebuah perpisahan, atau pun menolak perpisahan, semua berjalan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Yang kita perlukan hanya harus menyiapkan hati kapanpun itu. Meskipun memang tak pernah ada yang mudah tentang perpisahan.  Seiring berjalannya waktu, kamu akan mulai terbiasa dengan yang berlalu lalang dalam hidupmu. Kamu akan mulai menyadari tak ada yang boleh merenggut senyuman dari bibirmu untuk waktu yang lama. Kamu menjadi lebih tangguh setiap harinya. Kehidupan dan rasa sakit mengajarkan kamu banyak hal. Tangguh bukan berarti kamu harus membohongi diri sendiri. Jika memang kamu tidak sanggup menahan sesuatu lepaskanlah. Kamu selalu diizinkan untuk menangis kapanpun. Kamu selalu diizinkan untuk bersedih kembali jika itu memang bisa membuatmu bahagia lag...

Kita Sudah Menjadi Tangguh untuk Waktu yang Lama

Gambar
 Kita sudah menjadi tangguh untuk waktu yang lama. Bolehkah, sekarang berhenti sejenak? Apakah pernah kamu berpikir, menjadi orang dewasa itu tidak menyenangkan meskipun kamu bisa menghasilkan uang sendiri dan memenuhi kebutuhanmu tanpa harus merepotkan orangtuamu? Tak ada hidup yang mudah memang. Segalanya selalu penuh dengan proses. Tapi, pernahkah kamu  juga merasakan kalau kamu sudah terlalu lama menjadi tangguh? Aku tahu, setangguh-tangguhnya seseorang, dia pasti mempunyai sisi rapuh. Hanya saja ada yang menunjukkannya atau pun tidak. Akhir-akhir ini aku merasa, jika aku sudah menjadi tangguh untuk waktu yang lama. Hari ini aku ingin berhenti sejenak. Aku ingin menangis jika memang segala hal terlalu menyakitkan. Aku ingin diam, jika ada beberapa orang yang tak bisa memperlakukanku dengan baik. Aku ingin tidur jika lelah. Aku ingin menyerah jika tidak berhasil. Kamu tahu, sejak kecil, aku selalu menanamkan pada diriku sendiri 'Aku harus dewasa lebih cepat dari orang lain...

Kenapa Ending Sebuah Drama Tidak Memuaskan?

Gambar
       blajargiat.ID      Rasanya udah lama banget ga curhat di blog. Kangen jadinya. Akhir-akhir ini emang lagi disibukin sama hal 'ke-drama' an xD entah dari kapan mulai suka nonton drama. Kalau ga salah inget sih dari 2019, diracunin sama temen kerja. Eh nagih sampe sekarang. Cuma ga separah waktu tahun 2019 sih. Yang pernah ampe telat masuk kerja karena begadang nonton drama, haha. Drama-drama sekarang khususnya 'KDRAMA' atau Korea Drama emang lagi digandrungi banget. Ga cuma anak muda-muda yang masuk ranah 'kdrama' an, tapi emak-emak juga xD. Emak-emak paruh baya, atau juga yang umurnya 30 an. Sehebat itu emang ya kekuatan 'Visual' artis negeri gingseng itu. Kalau aku pribadi sih, ga cuma suka drama korea, tapi suka drama cina juga.      Awalnya sih nonton drama itu buat ngilangin mumet ya, ngisis waktu luang liat yang ganteng-ganteng gitu. Makanya, ga pernah mempermasalahin sebuah drama alurnya bagus apa nggak, plotnya acak-acakan ...

Kebahagiaan Seorang Ibu

Gambar
‘Jika kamu merasa hidup terlalu menyesakkan dan sangat sulit untuk kamu hadapi tengadahkan kepalamu, berapa banyak kehidupan yang harus bertarung dengan kematian setiap harinya? Tapi, tetap saja dijalani dengan suka cita. Apakah burung-burung, matahari, angin, tumbuhan, dan semua jenis makhluk hidup lainnya pernah mengeluhkan hidup mereka pada Tuhan? Mereka mungkin memang tak punya akal, tapi jika mereka mau bukankah mereka bisa tak menjalani kehidupan mereka dengan baik? Bisa saja mereka tidak menjalankan apa yang menjadi tugas mereka. Matahari berhenti untuk terbit misalnya. Tumbuhan berhenti untuk tumbuh. Mereka tahu, Tuhan sudah memberikan porsi kehidupan masing-masing pada mereka. Jika mereka harus mati pun, mereka akan sangat bahagia karena bermanfaat untuk banyak orang. Lantas apa yang kita khawatirkan sebagai seseorang yang sudah Tuhan karunia kesempurnaan akal? Apa yang harus tidak kita syukuri dari kehidupan ini?’           ...

Ruang Bahagia (versi 1)

Gambar
Aku menemukan diriku tanpa alas kaki, menelusuri setapak yang tak tahu berujung di mana. Terik dan senyap menusukku bertubi-tubi tanpa ampun. Aku terseok resah. Meracau dengan segala kemampuanku mengutuk takdir. Semua yang telah aku perjuangkan dengan susah payah, menghilang. Tak sedikitpun meninggalkan sisa untuk aku ambil kembali. Sejak awal, seharusnya aku tahu, tak ada yang bisa diharapkan dan diandalkan selain diri sendiri. Tak ada yang benar-benar tulus untuk berbagi segala hal. Rasanya sekarang, semuanya tampak abu-abu. Entah aku yang memang terlalu bodoh, atau kau yang sama sekali tak memiliki hati. Seharusnya aku lebih memikirkannya dengan matang. Harusnya aku menyadari, aku tidak perlu mencari ruang bahagia di kehidupan orang lain jika aku bisa membuat ruang bahagia sendiri. Sebuah ruang di mana aku akan merasa baik-baik saja di dalamnya, meski tanpa siapa-siapa.Aku menemukan diriku tanpa alas kaki, menelusuri setapak yang tak tahu berujung di mana. Terik dan senyap menusukku...