Postingan

Perjalanan Merampungkan Ingatan

Gambar
   Di suatu tempat, yang entah harus dinamai apa, gemuruh itu semakin menjadi-jadi, makin tak terkendali. Ia merengek ingin dituntaskan, tapi pada apa? pada siapa?              Dikeningmu tumbuh gelisah yang                     semakin susah diatur             Tak cukup diberikan asupan                               pengetahuan tanpa pengalaman              Sedangkan di punggungmu hinggap                mata-mata              Ia terus menempel, melihat hal-hal                     yang seharusnya tak dilihat              Perlahan tapi pasti kamu limbung,  ...

Bukan Pusat Semesta

Gambar
Jangan terlalu percaya diri, kita bukan pusat semesta. Semua orang tidak melulu harus melihatmu yang paling penting. Yang paling harus diperhatikan. Lagipula, setiap orang punya perasaan yang berbeda. Tak melulu harus berada di jalur yang kamu mau. **** Cikarang, 31 Agustus 2021 Sintia NA

sebel

Sebel sama diri sendiri itu ketika selalu maksain bisa ngelakuin semuanya bersamaan. Ngerasa sanggup. Padahal nggak gitu. Ujung-ujungnya cape sendiri.

Tak Perlu Menjadi Siapa-siapa

Gambar
Diantara ketinggian rasa yang semakin membuat tak nyaman dan tenang. Menggantung berhari-hari, ingin mencoba diselesaikan tapi sulit. "Aku ga tahu, kenapa mereka ga suka sama aku. Salah aku apa ya." Boleh jadi, kamu ga salah apa-apa. Jika mereka ga suka. Itu urusan mereka.  "Aku jadi bingung ngadepinnya kaya gimana." Aku menghela napas beberapa kali. Mencoba tenang agar tidak ketus dan menghakimi ketika memberikan pendapat. "Kalo kamu ngerasa ga bikin sesuatu yang salah. Kamu ga perlu ngerasa khawatir. Kalo mereka emang ga suka kan itu hak mereka. Kamu juga ga bisa bikin semua orang biar suka sama kamu kan?" "Aku pengen bikin mereka suka sama aku!" "Dengan cara apa? Ngelakuin apa yang mereka mau? Pertemanan ga harus ngemis kaya gitu!" Aku menerawang sebelum melanjutkan, "Kamu masih punya aku, dan temen2 lain yang sayang sama kamu. Kamu ga perlu jadi orang lain buat bikin orang suka sama kamu. Karena yang suka dan sayang...

Ingatan yang Tak Rapuh

Gambar
  https://id.pinterest.com/pin/374221050297707771/ Aku menarik perlahan rasa tak menentu yang setiap hari semakin membuat tak nyaman. Dengan berpeluh dan derai air mata yang sulit dihentikan, aku merangkak, meraba-raba masa lalu. Adakah aku bisa menemui penawarnya di sana?  Aku kembali berdiri, menyentuh cermin luka di antara denyut jantung, kau mengada dan meniadakan yang seharusnya aku terima dan rasakan, adakah itu adil untuk hidupku? Bagaimana dengan percakapan menyenangkan yang pernah kita lakukan? bertukar canda, menyamakan ingatan, serta mengikatkan dengan erat simpul hati? Kau merengek ingin pergi, tapi berjanji untuk tak melupakan. Seberapa besar aku harus mempercayainya? Apa di pandanganmu seorang gadis bodoh tak diizinkan mengetahui segalanya? Mungkin luka, tak akan mengatakan segalanya. Tapi ingatan, akan menyimpan selamanya. **** Cikarang, 08 Juni 2021 Sintia NA

Ikan-ikan Mati - Roy Saputra (Review Buku)

Gambar
  Penerbit : Media Kita Penulis : Roy Saputra Jumlah Halaman : 315 halaman Tahun terbit 2017 Kutipan favorit., "Everything was too damn fine. Gue sampe lupa kapan terakhir hidup gue ada gejolaknya karena keputusan yang gue buat sendiri. Mistakes make us human." - hlm 277- Ga tau kenapa, tapi setiap ingin memulai mereview buku, saya selalu menuliskan kutipan favorit di awal kalimat. Rasanya menyenangkan aja. Biar pembaca juga sedikit lebih paham tentang isi buku yang akan direview. Saya bukanlah pereview buku handal. Hanya seseorang yang senang sekali membaca, namun sesekali ingin membagikan pengalaman membacanya. Penokohan : Gilang adalah tokoh utama di buku ini. Dia merupakan pria yang mempunyai karir stabil sebagai banker. Dia juga seperti kebanyakan orang yang selalu up to date tentang masa kini. Seperti membeli handphone keluaran terbaru, menonton film di bioskop pada hari pertama. Makan di resto yang sedang hits. Gilang terus menjalani hari-harinya seperti itu. Terutama,...

Melarungkan Duka untuk Menyambut Bahagia

Gambar
Diacara wisuda serba virtual tahun ini, yang kebetulan tahun aku baru lulus. Semua serba biasa aja. Cuman pas pake jubah, dan pake toga terus ngaca, kaya speechless. Antara gemes, bangga ke diri sendiri, sama terharu. Bisa juga ya sampe ditahap ini. Bisa juga yaa nyelesein sampe akhir. Nggak lebay yah. Karena perjuangan kuliah selama 4thn menempuh 8 semester dan lebih dari 140sks itu ga gampang. Apalagi kalo kuliah sambil kerja. Double-double capenya sama isi dompetnya 😅 Perjuangan emang belum berakhir sampai sini ya. Ini baru satu tahap yang harus dilalui untuk menuju tahap selanjutnya. Tapi, boleh dong bangga dikit? Boleh, boleh. Asal jangan lupa down to earth aja yaa. Kita memang yang memperjuangkan untuk sampai di sini. Tapi, kita ga pernah tahu, doa yang mana dan dari siapa yang sudah Allah dengar hingga kita bisa dititik ini. Untuk orang-orang yang selalu kasih support selama masa kuliah. Buat ortu apalagi. Makasih banyak. Tanpa kalian aku ga akan bisa dititik ini. Y...