Postingan

Kenapa Ending Sebuah Drama Tidak Memuaskan?

Gambar
       blajargiat.ID      Rasanya udah lama banget ga curhat di blog. Kangen jadinya. Akhir-akhir ini emang lagi disibukin sama hal 'ke-drama' an xD entah dari kapan mulai suka nonton drama. Kalau ga salah inget sih dari 2019, diracunin sama temen kerja. Eh nagih sampe sekarang. Cuma ga separah waktu tahun 2019 sih. Yang pernah ampe telat masuk kerja karena begadang nonton drama, haha. Drama-drama sekarang khususnya 'KDRAMA' atau Korea Drama emang lagi digandrungi banget. Ga cuma anak muda-muda yang masuk ranah 'kdrama' an, tapi emak-emak juga xD. Emak-emak paruh baya, atau juga yang umurnya 30 an. Sehebat itu emang ya kekuatan 'Visual' artis negeri gingseng itu. Kalau aku pribadi sih, ga cuma suka drama korea, tapi suka drama cina juga.      Awalnya sih nonton drama itu buat ngilangin mumet ya, ngisis waktu luang liat yang ganteng-ganteng gitu. Makanya, ga pernah mempermasalahin sebuah drama alurnya bagus apa nggak, plotnya acak-acakan ...

Kebahagiaan Seorang Ibu

Gambar
‘Jika kamu merasa hidup terlalu menyesakkan dan sangat sulit untuk kamu hadapi tengadahkan kepalamu, berapa banyak kehidupan yang harus bertarung dengan kematian setiap harinya? Tapi, tetap saja dijalani dengan suka cita. Apakah burung-burung, matahari, angin, tumbuhan, dan semua jenis makhluk hidup lainnya pernah mengeluhkan hidup mereka pada Tuhan? Mereka mungkin memang tak punya akal, tapi jika mereka mau bukankah mereka bisa tak menjalani kehidupan mereka dengan baik? Bisa saja mereka tidak menjalankan apa yang menjadi tugas mereka. Matahari berhenti untuk terbit misalnya. Tumbuhan berhenti untuk tumbuh. Mereka tahu, Tuhan sudah memberikan porsi kehidupan masing-masing pada mereka. Jika mereka harus mati pun, mereka akan sangat bahagia karena bermanfaat untuk banyak orang. Lantas apa yang kita khawatirkan sebagai seseorang yang sudah Tuhan karunia kesempurnaan akal? Apa yang harus tidak kita syukuri dari kehidupan ini?’           ...

Ruang Bahagia (versi 1)

Gambar
Aku menemukan diriku tanpa alas kaki, menelusuri setapak yang tak tahu berujung di mana. Terik dan senyap menusukku bertubi-tubi tanpa ampun. Aku terseok resah. Meracau dengan segala kemampuanku mengutuk takdir. Semua yang telah aku perjuangkan dengan susah payah, menghilang. Tak sedikitpun meninggalkan sisa untuk aku ambil kembali. Sejak awal, seharusnya aku tahu, tak ada yang bisa diharapkan dan diandalkan selain diri sendiri. Tak ada yang benar-benar tulus untuk berbagi segala hal. Rasanya sekarang, semuanya tampak abu-abu. Entah aku yang memang terlalu bodoh, atau kau yang sama sekali tak memiliki hati. Seharusnya aku lebih memikirkannya dengan matang. Harusnya aku menyadari, aku tidak perlu mencari ruang bahagia di kehidupan orang lain jika aku bisa membuat ruang bahagia sendiri. Sebuah ruang di mana aku akan merasa baik-baik saja di dalamnya, meski tanpa siapa-siapa.Aku menemukan diriku tanpa alas kaki, menelusuri setapak yang tak tahu berujung di mana. Terik dan senyap menusukku...

Cerpen - Menyambangi Bekas Luka

Gambar
  Aku menyambangi bekas luka yang terjaga bertahun-tahun dalam kepalamu. Meski itu merupakan pengajaran terbaik dalam abad mana pun, tapi tetap saja denyutannya selalu membuatmu limbung. Kau pernah begitu tertatih dalam menata ruang rasamu sendiri. Ditinggalkan seseorang yang selalu meredam kesedihannya dengan baik untuk membuatmu bahagia memang tak mudah. Kamu dipaksa baik-baik saja serta tersenyum berjalan di atas puluhan duri. Dunia tak menginginkan bahagiamu kala itu. Kamu susah payah menjalani semuanya sejak itu. Tinggimu saat itu hanya sebatas bahuku. Setiap pagi, kamu berangkat sekolah menggunakan seragam kebanggaanmu yang berwarna putih biru. Kamu sangat senang karena berhasil masuk sekolah di kota yang merupakan sekolah favorit. Kamu yang tadinya selalu berbicara lantang dan mengatakan banyak hal, kini lebih banyak diam dan mengamati berbagai hal. Kamu terkadang berpikir apakah kamu benar-benar bisa baik-baik saja. Kamu mulai limbung, ke arah mana kamu harus berj...

Duka Tanpa Aba-aba

Gambar
Kita menjerit-jerit seperti burung pipit yang terhimpit Duka yang tak pernah diduga datang dari segerombolan orang Yang pernah bertandang ke kandangnya dengan niat baik  Tanpa dicurigai apa-apa Hingga fajar tiba dan semua menjadi porak-poranda Wanita tua itu menggigil tandus di ujung nestapa Ia menyalahkan semesta yang tak pernah menyediakan tempat bahagianya tinggal selain kutukan Suara nyalangnya terendam lautan merah darah yang Setiap pagi selalu terisi penuh bau anyir Tenggorokannya kerontang mengelupas satu-persatu Meninggalkan tragedi yang tak pernah berhenti “Bukankah kita sudah merdeka ?” Rasanya masih hampa dan hambar Ketakutan masih bergerombol dan berkeliaran di mana-mana Cikarang, 2020 ****** Dilarang plagiat. Puisi ini telah dibukukan dan menjadi juara harapan 2 dalam lomba yang telah dilaksanakan oleh Poethry Publisher.

Tak Pernah Menjadi apa-apa

Gambar
                                                                                               https://id.pinterest.com/pin/791366965761519049/ Kita pernah sama-sama buta dalam menafsirkan berbagai hal termasuk perasaan yang awalnya sama-sama tak kita yakini. Kita tak pernah merencanakan apa-apa. Tak pernah ingin melangsungkan hal yang lebih dari sebuah ikatan perteman. Kau pun hanya menganggap aku seperti adik  kecilmu yang sangat menggemaskan.  Aku tidak pernah berpikir, jika pada akhirnya kamu masuk dalam daftar orang yang aku sukai. Meski di antara kita pada akhirnya tak pernah berakhir apa-apa.  Secara tidak langsung mungkin aku pernah mengatakan aku menyukaimu. Tapi, aku tidak tahu apak...

Sebenarnya Apa yang Bisa Membuatmu Bahagia?

Gambar
                                                                                                    https://id.pinterest.com/pin/610519293228461469/ Sebenarnya apa yang bisa membuatmu bahagia? Kamu selalu saja mengeluhkan banyak hal. Kamu selalu tak pernah merasa cukup akan apapun. Katamu, kamu akan bahagia jika memiliki banyak hal yang kamu inginkan. Kamu tidak akan mengeluh jika mempunyai uang yang tak pernah habis. Tapi, kenyataannya. Aku menemukanmu masih mengeluh tentang semuanya ketika kamu bisa mempunyai segala hal yang kamu inginkan tanpa kekurangan. Menurutmu di sini siapa yang salah? Keinginan memang tak akan pernah habis. Ia akan dan selalu bertambah. Tak peduli seberapa banyak yan...