Postingan

Personal Branding di Era Digital

Gambar
Pernah ga sih denger apa itu personal branding? Kalo anak tik-tok dan anak instagram pasti udah ga asing lagi sama istilah ini.  Menurut Erwin dan Tumewu dalam buku Personal Brand-Inc, personal brand adalah “ Suatu kesan yang berkaitan dengan keahlian, perilaku maupun prestasi yang dibangun oleh seseorang baik secara sengaja maupun tidak sengaja dengan tujuan untuk menampilkan citra dirinya . Garis besar yang dapat kita tarik adalah personal branding itu citra atau pun image yang kita tunjukkan kepada orang lain.  Nah, saya sudah memberikan sedikit gambaran mengenai personal branding nih. Sekarang kita akan mulai mempertanyakan sebenernya seberapa penting sih personal branding itu? Apalagi di era digital ini. Tak sedikit orang yang selalu menunjukkan personal branding mereka di berbagai konten yang mereka buat. Untuk tujuan setiap orang membangun atau pun ingin menunjukkan personal brandingnya itu tergantung dari setiap diri masing-masing. Ada yang hanya ingin membagikan hal-h...

Kau Tumbuhi Kepalaku dengan Aroma Wajahmu

Gambar
                                      Kita sama-sama mensiasati perihal perpisahan yang tertunda berbulan-bulan. Kamu melakukan berbagai cara dengan membuat bukti-bukti untuk menuduhku. Sedangkan aku hanya geleng-geleng, melihat kelakuan ajaibmu. Aku membuat beberapa lebam di tubuhku, merobak beberapa baju yang pernah kukenakan untuk menjatuhkanmu. Kita saling tersenyum bahagia atas kekonyolan mengerikan yang kita buat untuk pernikahan kita yang sudah terjalin beberapa tahun. Katamu peduli setan, kita memang sama-sama ingin berpisah. Hanya saja, kita terlalu tidak bisa menyingkirkan pikiran baik orang-orang tentang rumah tangga kita yang sangat harmonis. Kamu berulang kali mengatakan tak apa jika kamu dikira bajingan yang sangat kasar. Kamu juga membujukku jika tak masalah menjadi tukang selingkuh.  Meski aku sekalipun tak pernah membenarkan apapun.  Tapi, untuk membuatmu bisa bahagi...

Berdamai dengan Hal Paling Menyakitkan

Gambar
 Kamu peluk dan tumpuk erat-erat rasa sakit  di hati serta kepalamu. Hari-hari buruk kemudian datang, membuatmu semakin kepayang, tak karuan. Kamu ingin berhenti, dan melepaskan semuanya tanpa merelakan dan memaafkan yang telah bersalah. Kamu ingin melindungi diri sendiri dari ego yang selalu memaksamu untuk tak mau mengakui kesalahan. Kamu selalu mencari pembenaran atas apapun yang kamu lakukan, tak peduli apapun, kamu selalu merasa yang paling benar. Kemudian, berbagai hal membuatmu kecewa dan menangis tersedu. Kamu merasa dunia tak adil, mengutuknya dengan amarah yang memburu. Menyalahkan segalanya. Berulang-ulang hal itu terjadi. Sampai pada akhirnya, kamu sampai pada titik ketika kamu mulai memikirkan segala hal yang telah kamu lakukan sejauh ini. Kamu mulai belajar menerima berbagai hal. Berlapang dada dengan segala rasa sakit. Menerima kekecewaan selebar-lebarnya dalam hatimu. Kebahagiaan sejati yang kamu cari akhirnya menghampirimu, berbincang di teras hatimu dengan pe...

Perjalanan Merampungkan Ingatan

Gambar
   Di suatu tempat, yang entah harus dinamai apa, gemuruh itu semakin menjadi-jadi, makin tak terkendali. Ia merengek ingin dituntaskan, tapi pada apa? pada siapa?              Dikeningmu tumbuh gelisah yang                     semakin susah diatur             Tak cukup diberikan asupan                               pengetahuan tanpa pengalaman              Sedangkan di punggungmu hinggap                mata-mata              Ia terus menempel, melihat hal-hal                     yang seharusnya tak dilihat              Perlahan tapi pasti kamu limbung,  ...

Bukan Pusat Semesta

Gambar
Jangan terlalu percaya diri, kita bukan pusat semesta. Semua orang tidak melulu harus melihatmu yang paling penting. Yang paling harus diperhatikan. Lagipula, setiap orang punya perasaan yang berbeda. Tak melulu harus berada di jalur yang kamu mau. **** Cikarang, 31 Agustus 2021 Sintia NA

sebel

Sebel sama diri sendiri itu ketika selalu maksain bisa ngelakuin semuanya bersamaan. Ngerasa sanggup. Padahal nggak gitu. Ujung-ujungnya cape sendiri.

Tak Perlu Menjadi Siapa-siapa

Gambar
Diantara ketinggian rasa yang semakin membuat tak nyaman dan tenang. Menggantung berhari-hari, ingin mencoba diselesaikan tapi sulit. "Aku ga tahu, kenapa mereka ga suka sama aku. Salah aku apa ya." Boleh jadi, kamu ga salah apa-apa. Jika mereka ga suka. Itu urusan mereka.  "Aku jadi bingung ngadepinnya kaya gimana." Aku menghela napas beberapa kali. Mencoba tenang agar tidak ketus dan menghakimi ketika memberikan pendapat. "Kalo kamu ngerasa ga bikin sesuatu yang salah. Kamu ga perlu ngerasa khawatir. Kalo mereka emang ga suka kan itu hak mereka. Kamu juga ga bisa bikin semua orang biar suka sama kamu kan?" "Aku pengen bikin mereka suka sama aku!" "Dengan cara apa? Ngelakuin apa yang mereka mau? Pertemanan ga harus ngemis kaya gitu!" Aku menerawang sebelum melanjutkan, "Kamu masih punya aku, dan temen2 lain yang sayang sama kamu. Kamu ga perlu jadi orang lain buat bikin orang suka sama kamu. Karena yang suka dan sayang...