Postingan

Duka Tanpa Aba-aba

Gambar
Kita menjerit-jerit seperti burung pipit yang terhimpit Duka yang tak pernah diduga datang dari segerombolan orang Yang pernah bertandang ke kandangnya dengan niat baik  Tanpa dicurigai apa-apa Hingga fajar tiba dan semua menjadi porak-poranda Wanita tua itu menggigil tandus di ujung nestapa Ia menyalahkan semesta yang tak pernah menyediakan tempat bahagianya tinggal selain kutukan Suara nyalangnya terendam lautan merah darah yang Setiap pagi selalu terisi penuh bau anyir Tenggorokannya kerontang mengelupas satu-persatu Meninggalkan tragedi yang tak pernah berhenti “Bukankah kita sudah merdeka ?” Rasanya masih hampa dan hambar Ketakutan masih bergerombol dan berkeliaran di mana-mana Cikarang, 2020 ****** Dilarang plagiat. Puisi ini telah dibukukan dan menjadi juara harapan 2 dalam lomba yang telah dilaksanakan oleh Poethry Publisher.

Tak Pernah Menjadi apa-apa

Gambar
                                                                                               https://id.pinterest.com/pin/791366965761519049/ Kita pernah sama-sama buta dalam menafsirkan berbagai hal termasuk perasaan yang awalnya sama-sama tak kita yakini. Kita tak pernah merencanakan apa-apa. Tak pernah ingin melangsungkan hal yang lebih dari sebuah ikatan perteman. Kau pun hanya menganggap aku seperti adik  kecilmu yang sangat menggemaskan.  Aku tidak pernah berpikir, jika pada akhirnya kamu masuk dalam daftar orang yang aku sukai. Meski di antara kita pada akhirnya tak pernah berakhir apa-apa.  Secara tidak langsung mungkin aku pernah mengatakan aku menyukaimu. Tapi, aku tidak tahu apak...

Sebenarnya Apa yang Bisa Membuatmu Bahagia?

Gambar
                                                                                                    https://id.pinterest.com/pin/610519293228461469/ Sebenarnya apa yang bisa membuatmu bahagia? Kamu selalu saja mengeluhkan banyak hal. Kamu selalu tak pernah merasa cukup akan apapun. Katamu, kamu akan bahagia jika memiliki banyak hal yang kamu inginkan. Kamu tidak akan mengeluh jika mempunyai uang yang tak pernah habis. Tapi, kenyataannya. Aku menemukanmu masih mengeluh tentang semuanya ketika kamu bisa mempunyai segala hal yang kamu inginkan tanpa kekurangan. Menurutmu di sini siapa yang salah? Keinginan memang tak akan pernah habis. Ia akan dan selalu bertambah. Tak peduli seberapa banyak yan...

Aku hanya Perlu Memandang Lebih Jauh

Gambar
                                                                                                    Aku menjelajahi waktu yang tak mudah. Melewati jalan berliku yang sangat terjal. Kerikil berserakan di mana-mana, aku sering terjatuh. Tak sedikit mengalami lebam dan terluka. Sehebat dan sekeras apapun waktu ingin menghentikanku, aku tahu, tak mungkin aku berhenti di sini dan sekarang. Jika aku melakukannya semuanya pasti akan sangat sia-sia. Aku tidak akan mendapatkan apa-apa dan menjadi apa-apa. Aku mengalami berbagai peristiwa, dari yang membuatku tertawa, sampai yang membuatku tersungkur tak berdaya. Terkadang aku berpikir, apakah setiap orang mengalami luka dan perjalanan seberat yang h...

Kita Sama-sama Mengalami Waktu yang Tak Mudah

Gambar
                                  Kita sama-sama paham, jika Tuhan menciptakan kita berbeda. Termasuk dalam hal kecepatan berjalan dalam roda perputaran semesta.  Kamu hari ini bisa berjalan, aku mungkin besok, atau minggu depan. Kita sama-sama berjalan, yang membedakannya adalah seberapa lama waktu yang kita butuhkan untuk mencapai itu. Bisa jadi kamu lebih lambat dariku, bisa juga sebaliknya. Lantas kenapa? Setiap orang mempunyai kecepatannya masing-masing.  Aku hari ini bahagia, kamu bersedih, bukan berarti Tuhan tak akan memberimu kebahagiaan atau semesta tak adil atas kehidupanmu. Setiap orang mempunyai waktu bahagianya masing-masing. Bahagia sudah sepaket dengan kesedihan. Kamu hanya perlu menunggu kapan semesta dan takdir Tuhan akan bekerja untuk membuatmu bahagia. Kamu mengalami lelah yang teramat atas semua hal yang kamu perjuangkan selama ini. Aku juga sama, setiap orang pasti mengal...

Untuk Impianmu yang Sempat Tertunda

Gambar
Kita berjalan bersisian di ujung waktu. Setelah beberapa saat, kamu meminta izin untuk pamit. Kamu dengan mimpimu dan aku dengan kesetiaanku. Kita berjalan pada jalur yang berbeda. Kamu memilih untuk pergi tapi tidak benar-benar menghilang, sampai aku paham kita sudah tak lagi sama. Aku tidak pernah menyalahkan impianmu. Aku juga tidak pernah menyalahkan kesetiaanku. Hanya saja, aku cukup menyesal ketika menyadari satu hal, bahwa aku dan kamu terlalu cepat memutuskan untuk bersama pada awalnya. Kamu selalu meyakinkanku, bahwa tidak pernah ada yang salah tentang pertemuan.  Aku percaya itu. Tapi, sekarang itu rasanya terasa abu-abu. Aku menyadari, aku harus kembali berjuang setelah kepergianmu. Berjuang tentang semua impian yang sempat aku ke sampingkan untuk mendukung segala impianmu. Aku mulai menata, hal yang benar-benar aku lupa. Aku kembali mencari keping-keping ingatan yang sempat aku tinggalkan. Waktu melesat amat jauh. Aku tidak pernah mendengar lagi tentangmu. Kita benar-be...

Kita Tidak Perlu Sama

Gambar
                                                                                                    Mila sedang menggeleng-gelengkan kepalanya, earphone kesayangannya menggantung manis di sana. Dia sangat asyik menikmati dunianya sendiri.  Beberapa orang disekitarnya berisik, membicarakan segala hal. Dari mulai anak baru di kantor sebelah, pengiriman kantor yang dari kemarin selalu mengalami keterlambatan, potong gaji, masih banyak lagi.  "Mil, kamu ga ikutan ngerumpi bareng kita?" Sira menepuk pundaknya pelan. Mila hanya tersenyum lantas menggeleng. "Dia mh kan asik sama dunianya sendiri, yang korea-koreaan atau nulis puisi-puisi patah hatinya yang menuh-menuhin laptop," Diar menci...