Postingan

PUISI

Gambar
Tinta Mawar Merah Oleh : Sintia NA Pada awalnya tubuhku selalu terjamah. Tak pernah sehari pun ia lupa untuk menghamburkan cairan hitam pekat di sana. Namun semenjak hatinya ditanami mawar merah oleh seseorang, ia lupa akan keberadaanku. Ia mulai sibuk menyirami mawar itu, dan mungkin melupa. Jika mawar tumbuh ia akan semakin berduri tajam. Melukai siapa saja, termasuk yang menanamnya. Tinggal tunggu waktu saja, tubuhku akan berwarna merah darah karena ulahnya. Bekasi, 04 September 2017

CERMIN ( Cerita Mini )

Gambar
Hujan Biru Oleh : Sintia NA ****** Harusnya aku menuruti apa yang Ibu katakan tadi. Jadinya kan repot kalau sudah begini. Aku terjebak tak bisa pulang karena tetesan air dari langit membasahi bumi. Hujan deras mengguyur kota Bandung malam itu. Orang-orang ada yang lebih memilih menerobos hujan karena waktu sudah menunjukan hampir tengah malam. Ada juga yang menunggu hujan reda sepertiku. Aku menuggui hujan, di depan sebuah toko kue 'Williana' yang terletak tak jauh dari pusat kota. Aku menimang-nimang benda persegi empat digenggaman, mengecek beberapa kali layar itu, siapa tahu ada telepon atau chat yang masuk. Tapi, benda itu tak kunjung memberikan tanda-tanda tentang sesuatu yang kutunggu itu. Aku menghela napas panjang, menengok ke kanan dan kiri secara teliti. Dari kejauhan aku melihat seseorang yang sedang berjalan menghampiriku, yang aku hapal betul postur tubuhnya. Serta, mantel yang ia gunakan. Aku tersenyum, dia akhirnya datang juga....

CERMIN ( Cerita Mini )

Gambar
Lelaki Manis itu Suamiku Oleh : Sintia NA #Repost Semua ini tidak pernah kupikirkan sebelumnya. Sama sekali tak pernah terlintas walau itu hanya secuil. Tapi nyatanya, inilah yang aku hadapi dan harus aku jalani sekarang. Menikah muda? Kedengarannya tidak buruk, mungkin. Entahlah, aku tak tahu. Meski, kebanyakan orang mengatakan itu sangat mengerikan. Ketika kebebasanmu harus dirantai dan kau harus terjebak dalam ruang yang berisi tangisan anak kecil yang berisik dan memekakan telinga. Itu terdengar berlebihan menurutku. Karena nyatanya anak kecil itu menggemaskan. * * Pernikahan kami telah berjalan dua tahun. Semuanya baik-baik saja hingga detik ini. Dia memperlakukanku dengan sangat baik. Kami dikarunia satu orang anak laki-laki yang sangat lucu, Amijaya namanya. Arti dari namanya sendiri aku kurang tahu karena dia yang memberikannya. Beberapa kali aku pernah bertanya padanya tentang apa arti dari nama anak kami. Tapi, dia tak pernah menjawab. Hanya senyuman manis yang i...

CERPEN

Rahasia Kecil Queenbe oleh : Sintia NA Kebanyakan orang mengatakan bahwa menjadi Queenbe atau menjadi  orang yang disukai orang banyak itu menyenangkan. Kita bisa memilih siapa pun yang kita inginkan tanpa bersusah payah. Atau, ketika kita bosan menjalani hubungan dengan seseorang kita bisa memilih yang lainnya, sesimpel  itu. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Banyak hal-hal yang harus dipikirkan. Perasaan orang itu bukan pasir yang bisa diinjak-injak seenaknya kemudian ditinggalkan. Bukan juga bola ping-pong yang bisa dipermainkan seenaknya, dan setelah bosan ditinggalkan. Mungkin, pengecualian untuk orang yang sama sekali tidak mempunyai hati. Aku tidak secantik Bella Swan apalagi Ratu Elizabeth, bisa dibilang cantik di atas setandar dikit. Tapi, kenapa banyak sekali pria yang menyukaiku? Bukannya aku tidak mensyukuri apa yang Tuhan berikan. Namun, terkadang aku selalu merasa bersalah ketika harus memupuskan harapan seseorang. Membuat ia patah hati dan lebih...

CERPEN

Gambar
 Ketukan Ketiga Di Malam Jumat Oleh : Sintia NA Sudah terhitung satu bulan warga desa dibuat geger. Banyak uang mereka yang tiba-tiba hilang. Mereka sempat mengira ini perbuatan tuyul atau babi ngepet. Tapi, perkiraan mereka meleset saat beberapa cermin kecil yang mereka pasang di depan pintu kamar untuk memancing para tuyul tidak bergerak sedikit pun. Tak ada tanda-tanda yang mencurigakan akan hadirnya seekor babi ngepet juga atau pun terjadi hal-hal ganjil, namun tetap saja uang mereka menghilang. Akhirnya ronda malam dilonggarkan, tidak diperketat seperti dulu, mereka lelah selalu mendapatkan kekecewaan. Suatu malam, tepatnya malam jumat. Ketika waktu menunjukkan tengah malam, saat semua orang terlelap termasuk beberapa orang yang melakukan ronda. Dari arah barat perkampungan penduduk angin kencang secara tiba-tiba berembus, membungkus sosok yang tiba–tiba memasuki salah satu rumah dengan pintu menjulang yang terbuat dari perak. Ia ketuk pintu itu tiga kali...

CERPEN

Akasia untuk Alengka Oleh : Sintia NA Nyatanya perasaan yang telanjur tumbuh dan semakin dalam sulit untuk dimatikan. Padahal dengan jelas aku sadar, hanya pengabaian yang aku dapatkan atas semuanya. Maaf. Karena tak bisa memenuhi janji, untuk selalu berdiri kokoh meski badai datang menghadang. Karena tanpamu, aku hanya pohon rapuh tanpa ranting yang menunggu untuk tumbang. Aku tahu kau lelah, aku juga. Namun, bukankah aku tak boleh menyerah sampai di sini. Jika tak ingin semuanya menjadi sia-sia? Tak  adakah untukku kesempatan lagi? Bukankah kau pernah mengatakan “Tak ada kata sempurna untuk menggambarkan manusia. Manusia selalu punya celah untuk melakukan kesalahan.” Atau memang kesalahanku tak termaafkan? Maaf. Karena aku tak bisa menjadi apa yang kau inginkan. Aku malah membuatmu merasakan sakit yang begitu dalam. Tapi, sungguh aku menyesali semuanya. Tak bisakah, kita memulainya dari awal? Kenapa, kau hanya diam? Tak pantaskah, telingaku mendengar lantunan syair...

CERPEN

Hatiku Bukan Batu Oleh : Sintia NA Aku tidak pernah mengerti ini semua akhirnya harus terjadi. Dari sekian banyak laki-laki yang aku kenal, kenapa harus dia yang mendapatkan separuh hatiku? Aku sama sekali tidak menginginkan jika hatiku harus terlukai pada akhirnya. Namun, siapa yang tahu pada siapa kita harus mempersembahkan cinta? Mengabdikan perasaan? Jika saja aku bisa memilih, namun sayangnya aku tidak diperkenankan untuk itu. **** “Maafin aku. Tapi, aku bener-bener nggak bisa ninggalin dia gitu aja.” Wajahnya sangat memelas, aku tak tega melihat itu sebenarnya. Bagaimanapun juga dia adalah salah satu yang berarti dalam hidupku. “Jadi, di sini aku harus jadi yang terlukai ya? Kata kamu, kamu lebih mencintaiku dibandingkan dia? Mana buktinya ? Pembohong!! Semua kata cinta yang kamu katakana itu dusta.” Aku hendak beranjak, namun sebuah tangan menahan pergelangan tanganku. “Aku mohon tetap tinggal. Jangan tinggalin aku. Kamu penting buat aku.” “Kalo eman...