Postingan

Ukuran ke-Sempurnaan dan ke-Tidak Sempurnaan Seseorang

Gambar
             Ada beberapa orang yang terlahir cantik tapi mereka tidak diberikan keleluasaan dan keinginan untuk menunjukkan itu kepada dunia. Hanya sedikit orang yang bisa menyadari bahwa seseorang itu memang benar-benar terlahir cantik. Beberapa orang tidak menunjukkannya karena ia memang ingin seperti itu, tidak ingin dianggap berlebihan oleh orang lain. Ia suka dirinya yang seperti itu. Menyukai kehidupannya yang biasa saja dan tenang. Sedangkan beberapa orang yang terlahir biasa saja ingin membuat dunia melihatnya. Berbagai cara dilakukan. Termasuk sesuatu yang tidak dirinya sukai sekalipun. Pada tahap ini saya menjadi bertanya-tanya, seperti apakah ukuran kecantikan seseorang itu? Apakah seseorang bisa dikatakan cantik jika ia memiliki kulit seputih bola salju? Atau seseorang yang memiliki hidung mancung seperti sebuah perosotan di taman kanak-kanak?               ...

GWRF 2019 ( Event Kece Menjelang Hari Kemerdekaan )

Gambar
Acara : GWRF 2019 Tempat : Perpustakaan Nasional RI ( Regional Jakarta ) Tanggal : 02-04 Agustus 2019 Bingung sih, sebenernya gimana mau mulainya, haha. Karena emang ga biasa gitu buat nulis artikel ( Keseringan nulis prosa soalnya, wkkwkw ) Tapi, ya. Karena pengen banget bagi-bagi ilmu, dan apa yang didapet pas acara tahunan yang dimulai dari 2018 itu oleh gramedia. Jadi, oke kita mulai aja ya. Gramedia mengadakan event tahunan GWRF ( Gramedia Writers and Readers Forum ) yang dimulai sejak 2018 tahun lalu. Serangkaian acara untuk GWRF 2019 dimulai sejak tanggal 2 Agustus – 4 Agustus. Sebenernya, pengen banget dateng ke acaranya dari tanggal 2, cuman karena kendala kerjaan jadinya cuma bisa dateng di hari minggu. Gramedia kalo emang bikin event ga pernah tanggung-tanggung sih. Terbukti dari sederet nama yang mengisi beberapa event di sana. Seperti Ayu Utami yang kelasnya bisa diiukin pada hari jumat. Maman Suherman yang kelasnya ada di hari Sabtu. Dan Eyang ...

CERPEN - Mengabadikan Kenangan

Gambar
Oleh : Sintia NA Aku menunggu, disebuah kursi bising tempat berlalu-lalang ingatan dan speaker-speaker tanda keberangkatan perjalanan dibunyikan. Sebentar lagi kamu akan datang, katamu di akhir chattingan kita. Sembari menunggu, kutimang-timang waktu, kuabadikan kenangan lewat lensa kamera. Aku lesatkan pandangan ke segala sudut yang bisa tertangkap retina. Perjalanan selalu menyimpan kenangan-kenangan yang sayang dilewatkan katanya. Sebab itulah, aku tak ingin melewatkan sebuah kejadian begitu saja. Aku menemukan pasangan muda yang sepertinya suami istri. Mereka membawa seorang anak berumur 3 tahun yang sangat putih. Sepatu anak itu lepas, lalu dia memanggil ayahnya dengan imut. Menunjuk-nunjuk kalau sepatunya terjatuh. Lantas, ayah anak itu mengambil alih gendongan dari ibunya, menurunkan anak itu kemudian memakaikan sepatunya. Sebagian orang mungkin menganggap itu adalah hal biasa. Tapi, menurutku itu adalah pengajaran sejak dini dari seorang ayah untuk anakn...

My Journey - STORY OF 2018

Gambar
PART 1 Karawang, Januari-2018 Sebagai seseorang yang sejak kecil sudah senang bepergian dan berpindah-pindah tempat tinggal. Aku termasuk yang mudah sekali untuk beradaptasi dengan lingkungan. Aku terlalu cerewet untuk seseorang yang sangat menyukai warna coklat. Karena, seseorang yang menyukai warna kalem biasanya pendiam juga, katanya. Januari, 2018. Petualanganku kembali dimulai, untuk menjajaki salah satu kota yang ada di Indonesia, khususnya pulau Jawa. Kali ini, aku menyinggahi sebuah kota yang selalu menduduki UMK paling tinggi di pulau Jawa. Yaitu, Karawang. Sebelum, aku memutuskan untuk pindah ke sana. Beberapa hal yang harus aku urusi dan persiapkan adalah, surat pindah kampus. Aku sudah memikirkan matang-matang, jika ingin pindah ke sana. Dan memang beruntungnya, kampusku itu memiliki 5 cabang kampus yang berpusat di Bekasi. Kita bisa pindah ke cabang kampus mana pun, asalkan harus menyelesaikan 1 semester full hingga UAS di kampus bersangk...

Cerita Mini - Pulang ke Pangkuan

Gambar
Aku terseok, menyusuri setapak yang seperti tak berujung. Diikuti senja dengan terburu-buru. Duka sedang bergerombol mengerubungiku sekarang. Air mata kutahan sebisa mungkin agar tak jatuh lebih banyak lagi. Aku ingin sekali menolak untuk percaya, tentang semua ini. Masa-masa silam yang telah terlalui jauh tiba-tiba melemparkanku pada ingatan tentang bagaimana aku mengenal sosoknya. Laki-laki yag dua tahun lebih tua dariku. Seorang teman yang selalu rela untuk direpotkan tanpa mengeluhkan apa-apa. Perkenalan kita bermula ketika, aku dengannya diterima di perusahaan yang sama dan ditempatkan di bagian yang sama juga. Dia adalah tipe laki-laki yang agak pendiam dan lembut. Mukanya selalu ramah, jarang sekali aku mendapati wajahnya bermuka kecut saat berbincang atau bertemu dengan orang. Senyumnya sangat lebar, dan ia mempunyai suara tawa yang khas. Beberapa kali pun kita pernah melakukan perjalan bersama dengan teman-teman yang lain yang seangkatan dan sebagian juga. Hang out d...

Gelombang di Dalam Tubuhmu

Gambar
Gelombang di Dalam Tubuhmu Oleh : Sintia NA Tak ada yang lebih menyebalkan untuk dilakukan selain menunggu seseorang di bawah terik yang rasanya melubangi kepala. Cuaca di sini memang tak segersang ibu kota. Tapi, cukup untuk membuat jilbab yang digunakan perempuan berbaju serba coklat itu lepek. Dari gelagatnya ia ingin segera menceburkan diri ke dasar laut, naasnya hal itu tak mungkin bisa ia lakukan. Dengan perasaan dongkol yang membuncah ia melirik ke sana-kemari, siapa tahu ia menemukan orang yang dicarinya segera. Jika saja jarak dari tempat ia berdiri ke kampung halamannya itu hanya menempuh waktu sebentar dan ia tidak lupa jalan, sudah dipastikan sedari tadi ia menginjakan kakinya kembali di tanah Madura ia tidak akan menunggu lama. Perempuan itu kembali menghela napasnya, entah itu helaan napas yang keberapa di waktunya menunggu satu jam. Tepat di satu jam lebih 30 detik, seseorang yang ditunggunya akhirnya datang. Arumna, laki-laki sekaligus sepupunya ...

Badai September

Gambar
Terima kasih, karena sempat hadir dan menetap memberikan kebahagiaan meski hanya sebentar. Hampir semua orang tidak menyukai sebuah perpisahan, tak terkecuali kita. Kita dipaksa untuk tidak saling mengungkapkan lagi apa yang kita rasakan di hari-hari esok. Tentang rindu, cemas, sesak, keinginan untuk saling memiliki. Berbalas pesan seperlunya tanpa menggunakan emoticon apa-apa. Kita menjadi dua manusia canggung, yang memilih untuk tidak bertatap muka untuk waktu yang lama. Bukan apa-apa, aku hanya belum siap bertatap muka dengan orang yang pernah benar-benar aku diskusikan dengan Rabb-ku pada malam-malamku. Yang ujung-ujungnya takdir memang harus memisahkan kita. Kamu dengan jalanmu dan aku dengan tujuanku. Tentang perpisahan kita, aku tidak setangguh itu, untuk tidak menangis parah ketika melepaskan kepergianmu. Aku tetaplah seorang wanita yang dipaksa untuk melepaskan hal yang dia sayang ketika dia benar-benar menginginkan itu. Hanya saja, aku lebih memilih menyimpan ker...